<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Ugems Portal</title>
  <link rel="self" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17" />
  <subtitle>Ugems Portal</subtitle>
  <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17</id>
  <updated>2026-06-05T19:06:47Z</updated>
  <dc:date>2026-06-05T19:06:47Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Prabowo Mau Bangun 100 GW PLTS, Butuh Lahan Hampir 2 Kalinya Jaksel</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319472" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319472</id>
    <updated>2026-06-05T07:00:17Z</updated>
    <published>2026-06-05T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto
  memiliki rencana untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
  (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 Giga Watt (GW). &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; mencatat
  butuh lahan seluas 24.000 hektare (ha) untuk mendukung terealisasinya
  proyek raksasa itu.&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, kebutuhan lahan tersebut
  hampir setara dua kali luas wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) yang
  mencapai sekitar 14.127 hektare. Dengan begitu, lahan yang dibutuhkan
  untuk proyek PLTS 100 GW mencapai sekitar 1,7 kali luas Jakarta
  Selatan.&lt;br /&gt;Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
  Yuliot Tanjung mengungkapkan ketersediaan lahan menjadi salah satu
  faktor krusial dalam percepatan realisasi program PLTS 100 GW.
  Sehingga, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN
  untuk mengidentifikasi lokasi yang dapat digunakan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi ketersediaan lahan berdasarkan identifikasi
  yang kita   lakukan bersama antara kementerian SDM dengan kementerian
  ATR BPN di   Pulau Jawa sudah tersedia sekitar 24.000 hektare,&amp;quot;
  kata Yuliot di     &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;,   dikutip Jumat (5/6/2026).&lt;br /&gt;Ia menilai, lahan
  tersebut akan   diverifikasi lebih lanjut bersama ATR/BPN dan PT PLN
  (Persero) untuk   memastikan kesiapan infrastruktur pendukung,
  termasuk jaringan   transmisi dan gardu induk yang akan menghubungkan
  pembangkit dengan   sistem kelistrikan nasional.&lt;br /&gt;Menurut Yuliot,
  pemerintah juga   tengah menyiapkan landasan regulasi guna mempercepat
  implementasi   proyek PLTS 100 GW. Setidaknya pihaknya sedang
  merampungkan rancangan   Peraturan Presiden (Perpres) yang secara
  khusus mengatur percepatan   pembangunan pembangkit surya
    tersebut&lt;br /&gt;&amp;quot;&lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; lagi
  menyelesaikan rancangan peraturan presiden untuk percepatan
  pembangunan PLTS 100 GW. Jadi itu yang kita lakukan. Untuk perancangan
  peraturan presidennya, ini kita juga disamping izin prakarsa paralel
  kita juga lagi melakukan pembahasan antar kementerian lembaga,
  sehingga dasar regulasinya itu bisa dilakukan itu percepatan untuk
  listrik 100 GW dari PLTS ini,&amp;quot; kata Yuliot.&lt;br /&gt;Sebagaimana
  diketahui, Presiden Prabowo Subianto mempercepat langkah transisi ke
  energi hijau salah satunya dengan target pembangunan PLTS kapasitas
  raksasa. Dia menargetkan Indonesia bisa mencapai kapasitas terpasang
  hingga 100 GW setidaknya pada 2029 mendatang.&lt;br /&gt;Prabowo menegaskan
  bahwa pemerintah akan memaksimalkan pemanfaatan listrik dari energi
  surya dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kami ingin
  bergerak sangat cepat untuk menggunakan listrik dari energi surya.
  Kami memiliki rencana dan kami bertekad untuk berjalan secepat
  mungkin, dalam waktu tiga tahun, kami ingin mencapai 100 gigawatt
  energi surya,&amp;quot; ujar Prabowo dalam acara Indonesia-Japan Business
  Forum di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).&lt;br /&gt;Rencana percepatan
  pembangunan PLTS tersebut dinilai mendesak untuk direalisasikan.
  Menurutnya, eskalasi konflik dan ketidakpastian geopolitik yang terus
  berkembang, khususnya di kawasan Timur Tengah menjadi ancaman bagi
  stabilitas pasokan energi nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Bagi kami, hal ini
  lebih mendesak karena situasi geopolitik di Timur Tengah memberikan
  ketidakpastian strategis bagi keamanan energi kami,&amp;quot; tegas
  Prabowo.&lt;br /&gt;Sebagai antisipasi, pemerintah terus berupaya
  mengamankan pasokan melalui pemanfaatan sumber daya domestik. Selain
  tenaga surya, Indonesia juga memiliki potensi besar di sektor panas
  bumi serta tengah menggenjot produksi bahan bakar nabati (biofuel)
  seperti biodiesel 50% (B50) dan bioetanol.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260605101919-4-740339/prabowo-mau-bangun-100-gw-plts-butuh-lahan-hampir-2-kalinya-jaksel"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-05T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Saham BRMS, MBMA hingga INCO Justru Melaju</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319443" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319443</id>
    <updated>2026-06-05T07:00:15Z</updated>
    <published>2026-06-05T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada
  perdagangan hari ini, Jumat (5/6/2026). Meskipun begitu, sejumlah
  saham seperti BRMS, MBMA, hingga INCO masih mampu bertenaga pada
  pembukaan perdagangan.&lt;br /&gt;Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI),
  indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia dibuka
  melemah 0,71% ke level 399,38. Dari 27 konstituen, sebanyak 4 saham
  menguat, 19 melemah, dan 4 saham stagnan.&lt;br /&gt;Penguatan harga saham
  dipimpin oleh PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; Minerals Tbk. (BRMS) yang naik 4,81% ke Rp545,
  diikuti PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang naik 2,31% ke
  Rp442, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) naik 2,28% ke Rp4.490, dan PT
  Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 1,45% ke Rp2.800.&lt;br /&gt;Sementara itu,
  sejumlah saham yang tidak mengalami pergerakan pada pembukaan
  perdagangan antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
  (BBRI), PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI), PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), dan PT
  Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).&lt;br /&gt;Sebaliknya, kinerja lesu
  ditampilkan oleh saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS)
  yang turun 8,43% ke Rp1.575, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG)
  turun 4,11% ke Rp1.400, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC)
  turun 3,94% ke Rp1.220, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO)
  yang turun 1,76% ke Rp2.230.&lt;br /&gt;Kinerja lesu juga turut dialami oleh
  PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang melemah 1,70% ke Rp21.625, PT
  Indah Kiat Pulp &amp;amp; Paper Tbk. (INKP) melemah 1,42% ke Rp6.950, PT
  Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) turun 1,40% ke Rp2.120, dan PT
  Kalbe Farma Tbk. (KLBF) melemah 1,39% ke Rp710.&lt;br /&gt;Adapun IHSG
  diperkirakan masih melanjutkan tren penurunan pada perdagangan hari
  ini, Jumat (5/6/2026).&lt;br /&gt;Pada perdagangan Kamis (4/6/2026)
  berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah
  sebesar 1,70% atau 101,28 poin menuju 5.839,78. Tercatat, sebanyak 106
  saham menguat, 623 saham turun, dan 85 saham stagnan. Sementara itu,
  kapitalisasi pasar mencapai Rp10.284,95 triliun.&lt;br /&gt;Tim riset MNC
  Sekuritas mencatat masih didominasi oleh tekanan jual dan telah
  menyentuh area koreksi yang sudah diproyeksikan.&lt;br /&gt;Untuk posisi
  IHSG saat ini, MNC Sekuritas memperkirakan skenario merah terdahulu
  sedang berjalan, sehingga saat ini posisi IHSG sedang berada pada
  bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5.&lt;br /&gt;”Hal ini berarti,
  IHSG masih rawan melanjutkan downtrendnya ke rentang 5,395-5,412
  sekaligus untuk menutup area gap yang terbentuk dan MA200 secara
  monthly,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Jumat
  (5/6/2026).&lt;br /&gt;Dalam jangka pendek, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG
  masih berpeluang menguat ke rentang 5,852-5,881.&lt;br /&gt;Area support
  IHSG diperkirakan berada pada level 5,735 dan 5,381, sedangkan level
  resisten ada di level 6,215 dan 6,588.&lt;br /&gt;_____&lt;br /&gt;Disclaimer:
  berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham.
  Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak
  bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang
  timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260605/7/1978611/indeks-bisnis-27-dibuka-melemah-saham-brms-mbma-hingga-inco-justru-melaj"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-05T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IHSG Diproyeksi Masih Melemah, Saham ADMR hingga MAPI Bisa Dipantau</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319414" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319414</id>
    <updated>2026-06-05T07:00:12Z</updated>
    <published>2026-06-05T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan
  masih melanjutkan tren penurunan pada perdagangan hari ini, Jumat
  (5/6/2026).&lt;br /&gt;Pada perdagangan Kamis (4/6/2026) berdasarkan data
  Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah sebesar 1,70% atau
  101,28 poin menuju 5.839,78. Tercatat, sebanyak 106 saham menguat, 623
  saham turun, dan 85 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar
  mencapai Rp10.284,95 triliun.&lt;br /&gt;Tim riset MNC Sekuritas mencatat
  masih didominasi oleh tekanan jual dan telah menyentuh area koreksi
  yang sudah diproyeksikan.&lt;br /&gt;Untuk posisi IHSG saat ini, MNC
  Sekuritas memperkirakan skenario merah terdahulu sedang berjalan,
  sehingga saat ini posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (v)
  dari wave [v] dari wave 5.&lt;br /&gt;”Hal ini berarti, IHSG masih rawan
  melanjutkan downtrendnya ke rentang 5,395-5,412 sekaligus untuk
  menutup area gap yang terbentuk dan MA200 secara monthly,” tulis MNC
  Sekuritas dalam risetnya, Jumat (5/6/2026).&lt;br /&gt;Dalam jangka pendek,
  MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat ke rentang
  5,852-5,881.&lt;br /&gt;Area support IHSG diperkirakan berada pada level
  5,735 dan 5,381, sedangkan level resisten ada di level 6,215 dan
  6,588.&lt;br /&gt;Berikut ini sejumlah saham rekomendasi MNC Sekuritas yang
  dapat diperhatikan pada perdagangan hari ini:&lt;br /&gt;   &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;admr&lt;/span&gt; - Buy on Weakness&lt;br /&gt;
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;admr&lt;/span&gt; menguat 5,7% ke
  Rp1.380 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Kami
  memperkirakan posisi &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;admr&lt;/span&gt; saat ini sedang berada
  pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A.&lt;br /&gt;Buy on
  Weakness: Rp1.120-Rp1.230 Target Price: Rp1.575, Rp1.720 Stoploss:
  below Rp1.065&lt;br /&gt;MAPI - Trading Buy&lt;br /&gt;MAPI menguat 0,33% ke
  Rp1.500 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, namun
  pergerakannya masih cenderung sideways. Saat ini, posisi MAPI
  diperkirakan sedang berada pada bagian akhir dari wave v dari wave (a)
  dari wave [iii].&lt;br /&gt;Trading Buy: Rp1.485-Rp1.495 Target Price:
  Rp1.515, Rp1.540 Stoploss: below Rp1.470&lt;br /&gt;MDKA - Buy on
  Weakness&lt;br /&gt;MDKA menguat 7,33% ke Rp2.490 dan disertai dengan
  munculnya volume pembelian yang relatif tinggi. Kami memperkirakan
  posisi MDKA saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave
  [c] dari wave A.&lt;br /&gt;Buy on Weakness: Rp1.940-Rp2.170 Target Price:
  Rp2.710, Rp2.950 Stoploss: below Rp1.835&lt;br /&gt;RAJA - Buy on
  Weakness&lt;br /&gt;RAJA terkoreksi 2,42% ke Rp3.230 dan masih didominasi
  dengan munculnya tekanan jual. Saat ini, posisi RAJA diperkirakan
  sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C) dari wave
  [A].&lt;br /&gt;Buy on Weakness: Rp2.440-Rp2.880 Target Price: Rp3.860,
  Rp4.750 Stoploss: below Rp2.310&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak
  bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi
  sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab
  terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan
  investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260605/189/1978588/ihsg-diproyeksi-masih-melemah-saham-admr-hingga-mapi-bisa-dipanta"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-05T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Alumina Downstreaming Boosts Minerba Non-Tax State Revenue (PNBP) by IDR 5.6 Trillion</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319367" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319367</id>
    <updated>2026-06-05T01:00:23Z</updated>
    <published>2026-06-05T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;The performance of Indonesia’s national smelter industry development,
  including alumina downstream processing, has become one of the key
  drivers behind the increase in non-tax state revenue (PNBP) from the
  mineral and &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;coal&lt;/span&gt;
  (minerba) sector. As of May 15, 2026,&lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt; minerba&lt;/span&gt; PNBP realization
  reached IDR 56 trillion, growing 6.21% year-on-year.The Directorate
  General of Minerals and &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;coal&lt;/span&gt; at the Ministry of
  Energy and Mineral Resources (ESDM) stated that the achievement was
  supported by the strengthening of the industrial value chain,
  particularly through the operation of several smelters integrated into
  the national downstream program.Director General of Minerals and &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;coal&lt;/span&gt; at the Ministry of ESDM,
  Tri Winarno, explained that the increase in state revenue no longer
  solely comes from raw material exports, but is gradually shifting
  toward value-added processed products.“Downstreaming through smelters
  has become an important factor in strengthening the state revenue
  base,” Tri said in Jakarta on Friday.During a hearing with Commission
  VII of the Indonesian House of Representatives (DPR RI), Tri revealed
    that&lt;span style="background-color: yellow;"&gt; minerba&lt;/span&gt; PNBP
  realization for January–April 2026 stood at IDR 48.95 trillion before
  increasing further in mid-May.One of the main focuses of the
  downstream program is the processing of bauxite into alumina, which
  serves as a key raw material for the aluminum industry.Indonesia’s
  bauxite smelters currently have an input capacity of 19.6 million tons
  per year, producing up to 7.4 million tons of alumina annually. This
  indicates that the alumina downstream value chain is beginning to take
  shape and contribute significantly to the national mineral
  industry.The government recorded 14 smelters integrated into the
  national mineral downstreaming program. These consist of six nickel
  smelters, six bauxite smelters, one copper smelter, and one iron
  smelter.Of the total, five smelters are already fully operational,
  while the remaining nine are still under construction.Total realized
  investment for these smelter projects has reached approximately USD
  7.8 billion.Several strategic projects already in operation include
  the PT Aneka Tambang Tbk smelter in Pomalaa, the PT Vale Indonesia Tbk
  smelter in Sulawesi, and the PT Freeport Indonesia copper smelter in
  Gresik, which forms part of the Java Integrated Industrial and Ports
  Estate (JIIPE).The copper smelter has an input capacity of 2 million
  tons per year and can produce up to 460,000 tons of copper cathode
  annually.During the same forum, members of Commission VII of the DPR
  RI emphasized the importance of accelerating the completion of the
  remaining nine smelters still under construction so that broader
  economic benefits can be realized sooner.“There needs to be
  acceleration so production can begin and contribute to the national
  economy,” said one member of parliament.The government stressed that
  downstreaming is not solely focused on the physical construction of
  smelters, but also on operational sustainability, raw material
  availability, environmental compliance, and industrial
  competitiveness.These efforts are expected to strengthen Indonesia’s
  position as a mineral-processing nation rather than merely a raw
  material exporter.However, several challenges remain, including
  investment distribution, raw material supply stability, and the
  readiness of supporting infrastructure in industrial areas.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.djakarta-miningclub.com/news/alumina-downstreaming-boosts-minerba-non-tax-state-revenue-pnbp-by-idr-56-trillion"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://djakarta-miningclub.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-05T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Produksi Listrik RI Tembus 165,51 Terra Watt Hours, Ini Rinciannya</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319351" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319351</id>
    <updated>2026-06-05T01:00:22Z</updated>
    <published>2026-06-05T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) mencatat produksi listrik nasional hingga April 2026 mencapai
  165,51 terawatt hour (TWh). Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal
  Ketenagalistrikan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; Tri Winarno memaparkan capaian tersebut berasal dari
  pembangkit milik PLN, Independent Power Producer (IPP), Wilayah Usaha
  Lain (Wilus), serta Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk
  Kepentingan Sendiri (IUPTLS).&lt;br /&gt;&amp;quot;Tahun ini sampai dengan
  April, produksi listrik secara nasional mencapai 165,51 terawatt
  hours,&amp;quot; ujar Tri dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Kamis
  (4/6/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Berdasarkan bahan paparan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;,
  kontribusi terbesar berasal dari PLN sebesar 61,79 TWh dan IPP sebesar
  55,03 TWh, disusul IUPTLS 40,29 TWh, serta Wilus lainnya 8,40
  TWh.&lt;br /&gt;Adapun, dari total produksi listrik nasional sebesar 165,51
  TWh, pembangkit listrik berbasis batu bara menyumbang 107,36 TWh atau
  64,87%. Sementara itu, porsi energi baru dan terbarukan (EBT) mencapai
  29,62 TWh atau 17,89%.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Kemudian pembangkit berbahan
  bakar gas berkontribusi 22,94 TWh   atau 13,86%, sedangkan pembangkit
  berbasis BBM menyumbang 5,59 TWh   atau 3,38%.&lt;br /&gt;&amp;quot;EBT seperti
  yang tahun 2025 mengalami kenaikan   melampaui target yaitu tren
  realisasi 17,89 di atas target 16,46.   Porsi ini tentu cukup
  menggembirakan dan menunjukkan kinerja positif   dari energi baru
  terbarukan,&amp;quot; ujar Tri.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ven/wur)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260604190805-4-740250/produksi-listrik-ri-tembus-16551-terra-watt-hours-ini-rinciannya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-05T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>China Batalkan Kontrak Pembelian Batu Bara dari RI? Ini Kata ESDM</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319322" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319322</id>
    <updated>2026-06-05T01:00:20Z</updated>
    <published>2026-06-05T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) angkat suara perihal rumor yang beredar di publik bahwa pembeli
  dari China menunda hingga membatalkan kontrak pembelian &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dari Indonesia.
  Isu ini terutama karena adanya kebijakan baru Pemerintah Indonesia
  terkait ekspor satu pintu melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
  khusus ekspor, yaitu PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai 1
  Juni 2026.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; (Dirjen Minerba)
  Kementerian ESDM Tri Winarno menyebut bahwa pemerintah sejauh ini
  belum menerima laporan resmi mengenai adanya pembatalan kontrak dari
  pembeli asal China. Tri menegaskan bahwa pihaknya terus memantau
  perkembangan harian ekspor tambang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Saya kalau sampai
  sekarang yang terkait dengan China itu sampai sekarang belum dapat
  informasi yang clear betul. Perusahaan mana yang di-cancel oleh China,
  terus apa berapa quantity-nya dan lain sebagainya saya belum dapat
  informasi,&amp;quot; kata Tri saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta,
  Kamis (4/6/2026).&lt;br /&gt;Tri memastikan, hingga saat ini belum ada data
  atau identitas perusahaan tambang spesifik yang melaporkan adanya
  penundaan atau pembatalan komitmen pembelian dari mitra dagang di luar
  negeri.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kalau kabar malah saya dapatnya dari media malahan.
  He eh,&amp;quot; imbuhnya.&lt;br /&gt;Seperti diketahui, pemerintah resmi
  mewajibkan seluruh eksportir &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, minyak sawit
  mentah (CPO), dan ferroalloy (paduan besi) untuk melaporkan kegiatan
  ekspornya melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai 1 Juni
  2026.&lt;br /&gt;Saat ini, kebijakan tersebut masuk tahap awal transisi
  pembenahan tata kelola ekspor sumber daya alam satu
  pintu.&lt;br /&gt;Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga
  Hartarto menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat
  pengawasan serta validitas data ekspor Tanah Air. Ia menekankan bahwa
  kewajiban lapor ini ditujukan untuk mencegah praktik manipulasi harga
  dan pelarian devisa hasil ekspor (DHE) ke luar negeri.&lt;br /&gt;Masa
  transisi menuju implementasi penuh kebijakan tersebut dilakukan hingga
  31 Desember 2026. Kemudian, pemerintah menargetkan kebijakan ekspor
  melalui PT DSI ini bisa diimplementasikan secara penuh paling lambat
  pada 1 Januari 2027.&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana tahapannya?&lt;br /&gt;Dalam masa
  transisi per 1 Juni 2026, para eksportir tetap dapat melakukan
  aktivitas perdagangan internasional secara mandiri namun wajib
  menyinkronkan data transaksinya kepada negara. Proses pelaporan
  tersebut dilayani oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui
  portal CEISA 4.0 guna memastikan validitas data sebelum masuk ke tahap
  implementasi penuh pada 1 Januari 2027.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dalam periode ini
  akan terus dilakukan evaluasi dalam 3 bulan pertama dan evaluasi ini
  menjadi dasar bagi implementasi tahap berikutnya. Sesuai dengan
  tahapan yang disiapkan, implementasi secara penuh berlaku paling
  lambat 1 Januari 2027,&amp;quot; papar Airlangga.&lt;br /&gt;Penetapan ketiga
  komoditas utama tersebut didasarkan pada besarnya kontribusi ke negara
  terhadap total ekspor nasional yang mencapai US$ 66,13 miliar setara
  Rp 1.179 triliun (asumsi kurs Rp 17.832 per US$) atau sebesar 23,4%
  dari total ekspor nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan ini adalah penopang surplus
  neraca perdagangan yang terjadi selama 71 bulan berturut-turut dengan
  gambaran nilai ekspor &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; sekitar US$ 24,48 miliar, kemudian kelapa sawit CPO
  sebesar US$ 24,42 miliar, kemudian terkait dengan ferroalloy atau besi
  paduan sebesar US$ 16,49 miliar,&amp;quot; paparnya.&lt;br /&gt;Airlangga
  menegaskan, kebijakan ini tak lain untuk mencegah praktik
  under-invoicing dan transfer pricing.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tujuannya untuk
  mencegah praktik under-invoicing, transfer pricing, dan terkait dengan
  pelarian devisa hasil ekspor sehingga nilai ekspor yang tercatat
  menggambarkan besarnya transaksi ekspor yang sebenarnya, sehingga
  kewajiban terhadap negara dan penerimaan negara dari pelaksanaan
  ekspor lebih optimal,&amp;quot; jelasnya.&lt;br /&gt;Di lain sisi, Chief
  Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan masa
  transisi menuju implementasi penuh berlaku selama 7 bulan, dimulai
  pada 1 Juni 2026.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ada masa transisi 6 bulan, kurang lebih 7
  bulan dari 1 Juni sampai dengan 31 Desember. Dan di dalam masa
  transisi ini, tadi disampaikan juga apa yang sudah akan
  dilakukan,&amp;quot; kata Dony dalam kesempatan yang sama.&lt;br /&gt;Pihaknya
  sendiri tengah melakukan proses seleksi sumber daya manusia dalam PT
  DSI. Targetnya, proses tersebut selesai pada pekan ini. Tidak hanya
  itu, PT DSI juga menyiapkan serangkaian teknologi mumpuni sebelum
  kebijakan tersebut diberlakukan secara penuh tahun
  depan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kemudian juga berkaitan dengan teknologi, kita juga
  sedang men-develop satu sistem yang baik,&amp;quot;
  tambahnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kami dari Danantara Indonesia akan berupaya
  sebaik mungkin dan dapat diawasi oleh masyarakat Indonesia dalam
  implementasi program ini,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260604184927-4-740247/china-batalkan-kontrak-pembelian-batu-bara-dari-ri-ini-kata-esdm"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-05T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Ekspor CPO-Batu Bara Resmi Lewat PT DSI, Mendag Terbitkan 3 Aturan</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319293" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319293</id>
    <updated>2026-06-05T01:00:18Z</updated>
    <published>2026-06-05T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai menjalankan tahapan
  transisi kebijakan ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) melalui
  satu pintu di bawah PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Kebijakan
  yang mencakup ekspor &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;, minyak sawit mentah (CPO), dan paduan besi (ferroalloy)
  itu mulai diterapkan sejak 1 Juni 2026 dan akan memasuki masa
  penyesuaian hingga akhir tahun.&lt;br /&gt;Untuk mendukung implementasi
  kebijakan tersebut, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan tiga
  aturan teknis yang mengatur masing-masing komoditas. Menteri
  Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, regulasi tersebut telah
  disiapkan secara terpisah sesuai karakteristik sektor yang
  diatur.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Permendag-nya sudah ada. Jadi kita buat
  tiga Permendag ya,   Permendag ketentuan ekspor CPO kita buat sendiri,
  kemudian ferroalloy   sendiri, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;   sendiri,&amp;quot;
  kata Budi saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis
  (4/6/2026).&lt;br /&gt;Budi menjelaskan, pemerintah memberikan waktu
  transisi selama tujuh bulan, yakni sejak 1 Juni hingga 31 Desember
  2026. Dalam periode tersebut, mekanisme baru akan diuji dan
  disesuaikan sebelum diterapkan secara penuh pada awal tahun
  depan.&lt;br /&gt;Dengan skema tersebut, para eksportir yang selama ini
  telah menjalankan kegiatan ekspor tidak akan langsung terdampak
  perubahan sistem. Aktivitas ekspor tetap dapat dilakukan seperti
  biasa, meski pelaku usaha diwajibkan melakukan pelaporan melalui
  sistem yang telah disiapkan pemerintah.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi yang ekspor
  sekarang tetap jalan normal, tetapi nanti melakukan pelaporan.
  Pelaporannya juga semua by system, jadi semua sudah online nggak ada
  masalah,&amp;quot; jelasnya.&lt;br /&gt;Pemerintah menargetkan implementasi
  penuh ekspor SDA melalui satu pintu PT DSI dapat berjalan paling
  lambat mulai 1 Januari 2027. Karena itu, masa transisi saat ini
  dimanfaatkan untuk memastikan seluruh proses administrasi dan
  pelaporan berjalan lancar.&lt;br /&gt;Di sisi lain, Budi menegaskan
  kebijakan baru tersebut tidak mengubah ketentuan lain yang selama ini
  berlaku, termasuk kewajiban pemenuhan pasar domestik atau Domestic
  Market Obligation (DMO). Menurutnya, aturan terkait pasokan dalam
  negeri tetap berjalan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah
  aturan-aturan lain misalnya CPO, aturan-aturan DMO tidak berubah. Jadi
  nanti kalau per 1 Januari berarti aturan DMO-nya kan tinggal kembali
  ke eksportir,&amp;quot; ucap dia.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dengan demikian,
  pemerintah memastikan perubahan mekanisme   ekspor melalui PT DSI
  hanya menyangkut tata kelola ekspor satu pintu,   tanpa mengubah
  kewajiban pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan pasar
  domestik.&lt;br /&gt;Kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan
  pengawasan, transparansi, dan efisiensi pengelolaan ekspor komoditas
  strategis nasional.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wur)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260604183012-4-740242/ekspor-cpo-batu-bara-resmi-lewat-pt-dsi-mendag-terbitkan-3-aturan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-05T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IHSG Masih Tertekan, Asing Mulai Net Buy</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319250" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319250</id>
    <updated>2026-06-05T01:00:14Z</updated>
    <published>2026-06-05T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing mencatatkan aksi beli bersih
  di tengah tekanan besar yang menghantam pasar saham domestik. Pada
  perdagangan sesi I Kamis (4/6/2026), investor asing membukukan net buy
  sebesar Rp179 miliar, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
  masih bergerak dalam tekanan berat.&lt;br /&gt;Data perdagangan menunjukkan
  asing membukukan total beli Rp6,1 triliun dan jual Rp5,9 triliun,
  sehingga menghasilkan net buy Rp179 miliar.&lt;br /&gt;Menariknya, aksi beli
  asing muncul ketika pasar domestik sedang mengalami fase tekanan
  ekstrem. Sehari sebelumnya, IHSG ambles lebih dari 4% hingga jatuh ke
  bawah level psikologis 6.000. Bahkan pada perdagangan Kamis pagi,
  tekanan belum mereda dengan indeks sempat kembali merosot ke area
  5.600-an. &lt;br /&gt;Di tengah kondisi tersebut, investor asing terlihat
  mulai melakukan akumulasi pada sejumlah saham tertentu. Emiten Prajogo
  Pangestu, Chandra Asri Pacific (TPIA) menjadi saham yang paling banyak
  dikoleksi asing, dengan net buy RP 135,6 miliar. &lt;br /&gt;Kemudian
  diikuti oleh sejumlah saham komoditas, seperti Merdeka Copper Gold
  (MDKA), Darma Henwa (DEWA), Alamtri Resources Indonesia (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;), hingga Petrindo Jaya
  Kreasi (CUAN). &lt;br /&gt;Berikut daftar saham yang paling banyak diborong
  asing pada sesi I:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) -
  Rp135,6 miliar&lt;br /&gt;PT   Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Rp77,9
  miliar&lt;br /&gt;PT Darma Henwa Tbk   (DEWA) - Rp60,9 miliar&lt;br /&gt;PT
  Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk   (BIPI) - Rp45,8 miliar&lt;br /&gt;PT
  Alamtri Resources Indonesia Tbk (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;) - Rp42,5 miliar&lt;br /&gt;PT
  Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) - Rp38,9 miliar&lt;br /&gt;PT Timah
  (Persero) Tbk TINS - Rp36,6 miliar&lt;br /&gt;PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk
  (CUAN) - Rp29,9 miliar&lt;br /&gt;PT RMK Energy Tbk (RMKE) - Rp28,1
  miliar&lt;br /&gt;PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) - Rp27,6 miliar&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Di sisi lain, aksi jual asing masih menghantam saham perbankan
  besar.&lt;br /&gt;Top foreign sell sesi I:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT Bank Central
  Asia Tbk (BBCA) - Rp275,1 miliar&lt;br /&gt;PT Bank   Rakyat Indonesia
  (Persero) Tbk (BBRI) - Rp208,7 miliar&lt;br /&gt;PT Dian   Swasatika Sentosa
  Tbk (DSSA) - Rp87,4 miliar&lt;br /&gt;PT Bank Mandiri   (Persero) Tbk (BMRI)
  - Rp71,6 miliar&lt;br /&gt;PT Bank Negara Indonesia   (Persero) Tbk (BBNI) -
  Rp58,2 miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Tekanan jual di saham bank besar
  ini menjadi salah satu alasan   mengapa IHSG masih sulit keluar dari
  tekanan. Saham perbankan memiliki   bobot besar terhadap indeks
  sehingga ketika big banks ditekan,   pergerakan IHSG ikut
  terseret.&lt;br /&gt;Kondisi pasar domestik saat ini   memang sedang tidak
  baik-baik saja. IHSG telah kehilangan lebih dari   4% pada perdagangan
  Rabu dan kembali melanjutkan tekanan hingga jeda   makan siang hari
  ini.&lt;br /&gt;Pelemahan rupiah, sentimen risk-off global,   kekhawatiran
  investor terhadap pasar domestik, hingga tekanan pada   saham-saham
  berkapitalisasi besar membuat pasar masuk ke fase koreksi   dalam.
  &lt;br /&gt;Meski demikian, munculnya net buy asing di tengah pasar   yang
  sedang tertekan bisa menjadi indikasi bahwa sebagian investor   global
  mulai memanfaatkan koreksi tajam untuk melakukan akumulasi   selektif.
  Namun, besarnya tekanan pada saham perbankan menunjukkan   bahwa pasar
  secara keseluruhan masih jauh dari kata pulih. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260604131444-17-740112/ihsg-masih-tertekan-asing-mulai-net-buy"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-05T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Indeks Bisnis-27 Ditutup Loyo, Saham ANTM, ADRO, hingga AKRA Masih Ngegas</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319221" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319221</id>
    <updated>2026-06-05T01:00:12Z</updated>
    <published>2026-06-05T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada
  perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026). Meskipun begitu, sejumlah
  saham seperti ANTM, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;, hingga AKRA masih
  melaju hingga penutupan perdagangan.&lt;br /&gt;Melansir data Bursa Efek
  Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis
  Indonesia ditutup melemah 1,67% ke posisi 402,23. Dari 27 konstituen,
  sebanyak 9 saham menguat, 17 melemah, dan 1 saham
  stagnan.&lt;br /&gt;Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Aneka Tambang
  Tbk. (ANTM) yang naik 5,75% ke Rp2.760, PT Alamtri Resources Indonesia
  Tbk. (&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;) naik 4,13%
  ke Rp2.270, PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) naik 2,07% ke Rp1.230, dan
  PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 1,75% ke Rp2.900.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Penguatan juga dialami oleh saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO)
  yang naik 1,62% ke Rp4.390, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP)
  naik 1,53% ke Rp6.625, PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) naik 1,53%
  ke Rp2.660, PT&lt;span style="background-color: yellow;"&gt; bumi
  resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI) naik 1,35% ke Rp150, dan PT Mitra
  Adiperkasa Tbk. (MAPI) naik 0,33% ke Rp1.500.&lt;br /&gt;Sebaliknya,
  pelemahan harga saham dialami oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.
  (CPIN) yang turun 11,40% ke Rp3.420, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.
  (JPFA) turun 5,29% ke Rp2.150, PT Astra International Tbk. (ASII)
  turun 4,34% ke Rp4.630, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
  (BBNI) turun 4,20% ke Rp3.420.&lt;br /&gt;Penurunan juga terjadi pada PT
  Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) turun 3,37% ke Rp1.720, PT
  Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 3,10% ke Rp2.810,
    PT&lt;span style="background-color: yellow;"&gt; bumi resources&lt;/span&gt;
  Minerals Tbk. (BRMS) turun 2,80% ke Rp520, dan PT Darma Henwa Tbk.
  (DEWA) turun 2,72% ke Rp286.&lt;br /&gt;Sejumlah analis memperkirakan
  pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini risiko melemah
  dan memberi rekomendasi saham unggulan pada perdagangan, Kamis
  (4/6/2026).&lt;br /&gt;Tim riset MNC Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini
  masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label
  hitam.&lt;br /&gt;&amp;quot;Cermati area koreksi berikutnya di 5.755-5.814,
  untuk area penguatan terdekat berada di 5.958-5.984,&amp;quot; seperti
  dikutip dalam riset MNC Sekuritas, Kamis (4/6/2026).&lt;br /&gt;Analis
  memperkirakan level support IHSG ada di area 5.899 dan 5.755, serta di
  level resistance 6.111 dan 6.286.&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak
  bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi
  sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab
  terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan
  investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260604/7/1978442/indeks-bisnis-27-ditutup-loyo-saham-antm-adro-hingga-akra-masih-ngegas"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-05T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Video: Harga BBM Naik, Ini Efeknya ke Bisnis Angkutan Batu Bara RI</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319184" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319184</id>
    <updated>2026-06-04T07:00:18Z</updated>
    <published>2026-06-04T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia- Bisnis logistik maritim Indonesia turut
  merasakan dampak perang Timur Tengah Iran Vs AS-Israel yang telah
  mengerek lonjakan Harga BBM.&lt;br /&gt;Sebagai emiten jasa angkut &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, Harga BBM
  disebut Direktur Utama PT Habco Trans Maritima Tbk, Andre Kam sangat
  penting dalam menjaga operasional kapal. Meski Harga naik namun upaya
  pemerintah memastikan ketersediaan pasokan dalam negeri sangat
  membantu distribusi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Di sisi lain, lonjakan Harga jual &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; turut mengerek
  permintaan pengiriman &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; sehingga dapat mengkompensasi terhadap kenaikan Harga BBM.
  Saat ini HATM masih focus memenuhi kebutuhan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; di dalam negeri
  mendukung pasokan ke PLN.&lt;br /&gt;Seperti apa dampak gejolak geopolitik
  global ke bisnis angkutan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;? Bagaimana strategi HATM menghadapi sentiment ini?
  Selengkapnya simak dialog Serliana Salsabila dengan Direktur Utama ,
  Andre Kamdalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Rabu, 03/06/2026)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260604111904-19-740057/video-harga-bbm-naik-ini-efeknya-ke-bisnis-angkutan-batu-bara-ri"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-04T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Saham TLKM, ADRO hingga BUMI Masih Melaju</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319168" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319168</id>
    <updated>2026-06-04T07:00:16Z</updated>
    <published>2026-06-04T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada
  perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026). Meskipun begitu, sejumlah
  saham seperti TLKM, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;, hingga BUMI masih
  bergerak menguat pada perdagangan pagi hari.&lt;br /&gt;Melansir data Bursa
  Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis
  Indonesia dibuka melemah 0,77% ke level 405,90. Dari 27 konstituen,
  sebanyak 6 saham menguat, 20 melemah, dan 1 saham
  stagnan.&lt;br /&gt;Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Telkom Indonesia
  (Persero) Tbk. (TLKM) yang naik 1,40% ke Rp2.890, diikuti PT Alamtri
  Resources Indonesia Tbk. (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;) yang naik 0,92% ke
  Rp2.200, PT&lt;span style="background-color: yellow;"&gt; bumi
  resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI) menguat 0,68% ke Rp149, dan PT Indofood
  CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) naik 0,38% ke Rp6.550.&lt;br /&gt;Hal serupa
  dialami oleh PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) yang naik 0,38% ke
  Rp2.630 dan PT Indah Kiat Pulp &amp;amp; Paper Tbk. (INKP) naik 0,35% ke
  Rp7.175. PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menjadi saham yang stagnan
  pada pembukaan perdagangan.&lt;br /&gt;Sebaliknya, kinerja lesu dialami oleh
  saham PT&lt;span style="background-color: yellow;"&gt; bumi resources&lt;/span&gt;
  Minerals Tbk. (BRMS) yang turun 5,61% ke Rp505, PT Charoen Pokphand
  Indonesia Tbk. (CPIN) turun 4,66% ke Rp3.680, PT Mitra Keluarga
  Karyasehat Tbk. (MIKA) turun 3,41% ke Rp1.560, dan PT Merdeka Battery
  Materials Tbk. (MBMA) melemah 3,15% ke Rp430.&lt;br /&gt;Hal serupa dialami
  oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang turun 3,08% ke
  Rp2.200, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) turun 2,74% ke Rp710, PT Triputra
  Agro Persada Tbk. (TAPG) turun 2,68% ke Rp1.450, dan PT Astra
  International Tbk. (ASII) turun 2,27% ke Rp4.730.&lt;br /&gt;Sejumlah analis
  memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini
  risiko melemah dan memberi rekomendasi saham unggulan pada
  perdagangan, Kamis (4/6/2026).&lt;br /&gt;Tim riset MNC Sekuritas
  memperkirakan IHSG hari ini masih berada bagian dari wave [v] dari
  wave A dari wave (2) pada label hitam.&lt;br /&gt;&amp;quot;Cermati area koreksi
  berikutnya di 5.755-5.814, untuk area penguatan terdekat berada di
  5.958-5.984,&amp;quot; seperti dikutip dalam riset MNC Sekuritas, Kamis
  (4/6/2026).&lt;br /&gt;Analis memperkirakan level support IHSG ada di area
  5.899 dan 5.755, serta di level resistance 6.111 dan 6.286.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau
  menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.
  Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun
  keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260604/7/1978344/indeks-bisnis-27-dibuka-melemah-saham-tlkm-adro-hingga-bumi-masih-melaj"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-04T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Merdeka Gold Begins Deep Drilling at Pani Mine, Gold Potential Reaches 7 Million Ounces</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319117" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319117</id>
    <updated>2026-06-04T01:00:25Z</updated>
    <published>2026-06-04T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), has officially commenced a
  3,600-meter diamond deep drilling program at the Pani Gold Mine.The
  company is targeting potential growth in mineral resources, which are
  currently estimated at around 7.0 million ounces of gold.President
  Director of Merdeka Gold Resources, Boyke Abidin, explained that the
  Pani Gold Mine, located in Gorontalo, currently holds an estimated
  mineral resource of 291.5 million tons with a gold grade of 0.75 g/t.
  The sizeable resource, equivalent to approximately 7.0 million ounces
  of gold, is expected to serve as the foundation for the development of
  a long-life &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt;
  operation.Boyke noted that the mineral resource estimate originates
  from a 135-hectare exploration area within the company’s total
  concession area of 14,670 hectares. Previous exploration activities
  indicated strong signs of mineralization beyond the boundaries of
  earlier drilling programs.Therefore, the 3,600-meter diamond drilling
  program has been specifically designed to evaluate the potential
  expansion of the existing resource base. Through the latest drilling
  campaign, the Pani project aims to test the continuation of gold
  mineralization at much deeper zones.“With production at Pani now
  underway, the company is in a stronger strategic position to continue
  testing mineralization potential at deeper areas through six carefully
  designed drill holes,” he said in an official statement received by
  Kontan.co.id on Friday (May 29, 2026).Boyke added that the initial
  phase of the program consists of six drill holes, with one drilling
  rig already operating on-site. Meanwhile, a second rig is scheduled to
  begin full operations next month to accelerate the drilling
  process.Should the initial results demonstrate positive potential, the
  company is prepared to continue the drilling program on a much larger
  scale.“The program also has the flexibility to be expanded further if
  the drilling results indicate positive potential,” he stated.On the
  other hand, Boyke also highlighted positive progress in the
  exploration program at the Kolokoa project area. The project has
  completed its initial drilling campaign, consisting of 54 drill holes
  totaling 11,701.6 meters at a cost of USD 2.4 million.Based on the
  results, the company is currently preparing Kolokoa’s maiden mineral
  resource estimate, targeted for release in Q2 2026 to provide greater
  market clarity.In addition, the &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt; company plans to
  expand its exploration network to the Lone Pine area in the second
  half of 2026. EMAS is set to conduct geophysical surveys using Mobile
  Magnetotelluric and helicopter-based airborne magnetic surveys in June
  or July.All data from the latest drilling results will be disclosed to
  the public following compliance with JORC Code 2012 and KCMI 2017
  reporting standards.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.djakarta-miningclub.com/news/merdeka-gold-begins-deep-drilling-at-pani-mine-gold-potential-reaches-7-million-ounces"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://djakarta-miningclub.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-04T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Harita Nickel (NCKL) Strengthens Operational Efficiency Amid Nickel Industry Pressures</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319110" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319110</id>
    <updated>2026-06-04T01:00:24Z</updated>
    <published>2026-06-04T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;PT Trimegah Bangun Persada Tbk, also known as Harita Nickel, is
  strengthening its operational efficiency strategy and implementation
  of sustainable business practices to maintain financial performance
  stability amid increasingly challenging global nickel industry
  dynamics.Entering 2026, the company remains committed to managing
  operations in a measured manner across its entire value chain, from
  upstream &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt;
  activities to downstream processing.“The global nickel industry is
  currently highly dynamic and full of challenges. Our focus is to
  ensure operations continue to run efficiently, responsibly, and in a
  measured manner,” said Harita Nickel Head of Investor Relations,
  Lukito Gozali, in an official statement.Lukito added that integration
  from &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt; to
  processing has become the company’s key strategy in maintaining
  productivity and operational effectiveness, while continuing to
  prioritize governance and long-term business sustainability.Despite
  fluctuating global nickel prices, Harita Nickel has managed to
  maintain business continuity. Based on the company’s financial data,
  NCKL recorded revenue of IDR 29.63 trillion in fiscal year 2025 and
  IDR 6.81 trillion in the first quarter of 2026.Operationally, all of
  NCKL’s production lines were reported to be running according to
  target. These include three main segments: upstream nickel ore &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt;, pyrometallurgical
  processing through the Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) route, and
  hydrometallurgical processing through the High Pressure Acid Leach
  (HPAL) route, producing Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) and nickel
  sulfate.To support energy cost efficiency while reducing carbon
  emissions, Harita Nickel is accelerating several renewable energy
  initiatives in stages. Ongoing strategic projects include the
  development of a 40 MWp solar power plant, a 50 MW waste heat recovery
  power plant from HPAL facilities, and the implementation of an Energy
  Management System aligned with ISO 50001 standards to ensure more
  measurable and efficient energy usage.In addition to focusing on
  profitability, NCKL is also strengthening its commitment to
  Environmental, Social, and Governance (ESG) principles. The company
  has currently entered the corrective action phase in its performance
  evaluation process based on The Initiative for Responsible &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt; Assurance (IRMA)
  standards.Furthermore, Harita Nickel is preparing to undergo the
  Responsible Minerals Assurance Process (RMAP) Supply Chain Due
  Diligence Plus (SCDDP) Module audit as part of its efforts to
  strengthen responsible and transparent supply chain practices in the
  global market.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.djakarta-miningclub.com/news/harita-nickel-nckl-strengthens-operational-efficiency-amid-nickel-industry-pressures"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://djakarta-miningclub.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-04T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Ekspor Batu Bara Harus Lewat BUMN DSI, Begini Reaksi Emiten BUMI-BYAN</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319094" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319094</id>
    <updated>2026-06-04T01:00:23Z</updated>
    <published>2026-06-04T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah emiten batu bara akhirnya buka
  suara terkait kebijakan baru dari pemerintah agar
  perusahaan-perusahaan produsen komoditas strategis berbasis Sumber
  Daya Alam (SDA) melakukan ekspor melalui satu pintu, yakni Badan Usaha
  Milik Negara (BUMN) ekspor PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI),
  mulai 1 Juni 2026.&lt;br /&gt;Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek
  Indonesia (BEI), mayoritas emiten menyatakan masih menunggu kejelasan
  regulasi. Oleh sebab itu, mereka belum dapat menghitung dampak pasti
  terhadap bisnis, operasional, maupun kinerja keuangan
  perusahaan.&lt;br /&gt;Berikut reaksi dari sejumlah produsen batu bara
  terkait kebijakan ekspor batu bara melalui PT DSI tersebut: &lt;br /&gt;1.
  PT Bumi Resources Tbk (BUMI)&lt;br /&gt;Melalui keterbukaan informasi di
  Bursa Efek Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengakui bahwa
  perseroan telah mengetahui dari pemberitan di media massa perihal
  rencana Pemerintah RI untuk membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
  khusus ekspor Sumber Daya Alam (SDA).&lt;br /&gt;&amp;quot;Namun demikian,
  mengingat bahwa hingga saat ini Perseroan belum menerima Peraturan
  Pemerintah (PP) Tata Kelola SDA dimaksud, maka Perseroan belum dapat
  menyampaikan penjelasan atas sikap untuk hal-hal yang (akan) diatur di
  dalam PP tersebut serta dampaknya bagi Perseroan,&amp;quot; ungkap
  penjelasan BUMI pada 29 Mei 2026 lalu.&lt;br /&gt;2. PT Bayan Resources Tbk
  (BYAN)&lt;br /&gt;Hal senada juga diungkapkan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
  Dalam keterangan resminya di BEI, Bayan mengaku perseroan mendukung
  kebijakan tersebut. Namun demikian, perusahaan masih memantau dan
  mempelajari lebih lanjut terkait substansi, ruang lingkup, dan
  implementasi teknis dari rencana kebijakan
  tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;Perseroan menghormati dan mendukung kebijakan
  Pemerintah Republik Indonesia dalam rangka penguatan tata kelola
  sumber daya alam nasional dan mendorong praktik bisnis sesuai prinsip
  good corporate governance melalui rencana penerbitan Peraturan
  Pemerintah mengenai Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam ini,&amp;quot;
  tutur keterangan resmi Bayan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Untuk saat ini Perseroan
  masih terus memantau dan mempelajari secara&lt;br /&gt;mendalam atas
  substansi, ruang lingkup dan implementasi teknis dari rencana
  kebijakan tersebut dan aktif mengikuti sosialisasi dan forum diskusi
  pembahasan terkait rencana penerapan kebijakan tersebut,&amp;quot;
  ujarnya.&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana dampaknya terhadap penjualan batu bara
  atau pendapatan perusahaan?&lt;br /&gt;&amp;quot;Perseroan memiliki pendapatan
  atas penjualan ekspor batu bara ke luar negeri.&lt;br /&gt;Untuk saat ini
  Perseroan masih mempelajari dan melakukan kajian komprehensif atas
  rencana kebijakan tersebut guna memahami mekanisme
  implementasinya&lt;br /&gt;secara utuh. Namun sampai saat penyampaian
  penjelasan ini, Perseroan belum mengetahui mekanisme dari kebijakan
  dimaksud, sehingga Perseroan untuk saat ini belum dapat menentukan
  secara pasti dampak penerapan kebijakan tersebut terhadap Perseroan
  termasuk terhadap besaran pendapatan, laba usaha, laba bersih, arus
  kas maupun dampak-dampak lainnya,&amp;quot; tulis
  perseroan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sebagai langkah mitigasi, Perseroan akan terus
  melakukan pemantauan&lt;br /&gt;terhadap perkembangan regulasi dimaksud,
  termasuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan regulator,
  asosiasi industri, pelanggan, serta pemangku&lt;br /&gt;kepentingan terkait
  lainnya. Perseroan juga akan melakukan evaluasi secara berkala
  terhadap strategi operasional dan komersial Perseroan guna
  memastikan&lt;br /&gt;kepatuhan terhadap ketentuan peraturan
  perundang-undangan yang berlaku serta menjaga keberlangsungan usaha
  Perseroan,&amp;quot; papar perusahaan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sampai dengan saat ini,
  Perseroan belum memiliki rencana tindakan korporasi tertentu terkait
  rencana kebijakan dimaksud, namun demikian Perseroan&lt;br /&gt;senantiasa
  memastikan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
  menyampaikan keterbukaan informasi sesuai ketentuan Otoritas Jasa
  Keuangan dan Bursa Efek Indonesia apabila terdapat perkembangan
  material sehubungan dengan hal ini,&amp;quot; ujar perusahaan.&lt;br /&gt;3. PT
  Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)&lt;br /&gt;Sekretaris Perusahaan AADI Ray
  Aryaputra salam keterangan resmi perusahaan ke BEI pada 29 Mei 2026
  lalu juga mengaku bahwa perseroan belum dapat menilai dampak dari
  kebijakan pemerintah ini karena peraturan resmi tentang tata kelola
  ekspor SDA ini belum terbit.&lt;br /&gt;&amp;quot;Bersama ini disampaikan bahwa
  sepanjang pengetahuan Perseroan, peraturan yang mengatur tentang Tata
  Kelola Ekspor SDA belum terbit, sehingga Perseroan belum dapat menilai
  dampak serta implikasinya terhadap kelangsungan usaha, kegiatan
  operasional, kondisi keuangan, perjanjian-perjanjian yang ada dengan
  pelanggan maupun pihak pemberi pembiayaan, risiko hukum, serta aspek
  lainnya, hingga peraturan tersebut diterbitkan,&amp;quot;
  tuturnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Perseroan senantiasa mematuhi kebijakan yang
  ditetapkan oleh Pemerintah dan berupaya untuk mematuhi peraturan
  perundangan-undangan yang berlaku,&amp;quot; imbuhnya.&lt;br /&gt;4. PT Bukit
  Asam Tbk (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;Begitu juga dengan
  PT Bukit Asam Tbk (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;). Melalui keterangan
  resmi pada BEI, 2 Juni 2026, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; mengatakan, pada
  prinsipnya perusahaan menghormati setiap kebijakan yang ditetapkan
  pemerintah.&lt;br /&gt;Namun, pemerintah masih harus mempelajari rancangan
  Peraturan Pemerintah tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;Perseroan sebagai BUMN dan
  perusahaan terbuka, pada prinsipya menghormati setiap kebijakan yang
  ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia terkait dengan tata
  kelola ekspor sumber daya alam. Menyikapi rencana penerbitan Peraturan
  Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam
  Strategis Melalui Badan Usaha Milik Negara (&amp;quot;PP Ekspor SDA
  Strategis&amp;quot;) tersebut, Perseroan saat ini aktif memantau dan
  mempelajari Rancangan Peraturan Pemerintah dimaksud, serta memantau
  perkembangan terkini,&amp;quot; tutur Kepala Sekretaris Perusahaan &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; Eko Prayitno dalam
  pernyataan resmi kepada BEI pada 2 Juni 2026.&lt;br /&gt;&amp;quot;Perseroan
  juga telah mengambil langkah antisipasi secara internal dengan
  berkoordinasi kepada pemangku kepentingan (stakeholders) dan regulator
  yang berkaitan, guna memastikan aktivitas operasional dan komersial
  ekspor Perseroan tetap berjalan dengan baik, sesuai dengan peraturan
  perundang-undangan yang berlaku dan tata kelola perusahaan yang baik
  (good corporate governance),&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana
  dampaknya terhadap pendapatan atau penjualan ekspor
  perusahaan?&lt;br /&gt;&amp;quot;Perseroan menyampaikan bahwa hingga saat ini,
  PP Ekspor SDA Strategis tersebut belum ditetapkan dan diundangkan oleh
  Pemerintah Republik Indonesia. Oleh karena itu, belum terdapat
  kejelasan secara pasti terkait diantaranya dengan skema (mekanisme)
  ekspor dan kewajiban bagi pelaku usaha termasuk
  Perseroan.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan belum ditetapkan dan diundangkan P
  Ekspor SDA Strategis tersebut, maka sampai dengan saat ini, Perseroan
  belum dapat melakukan penilaian secara spesifik dan kuantitatif atas
  dampak yang ditanyakan oleh Bursa Efek Indonesia sebagaimana angka 2
  huruf a sampai dengan g di atas,&amp;quot; paparnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Namun
  demikian, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam penerapan kepatuhan
  dan tata kelola perusahaan yang baik, Perseroan akan melakukan kajian
  komprehensif dari berbagai aspek yang relevan terkait dampak kebijakan
  tersebut terhadap Perseroan guna memastikan langkah yang perlu
  diperhatikan/ ditempuh oleh Perseroan,&amp;quot;
  ujarnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sampai dengan saat ini, Perseroan belum memiliki
  rencana khusus yang perlu dilakukan berkaitan dengan rencana penerapan
  kebijakan dimaksud. Sebagaimana penjelasan Perseroan pada angka 1 dan
  2 di atas, Perseroan akan terus memonitor perkembangan atas rencana
  implementasi kebijakan tersebut serta akan mengambil langkah dan
  mitigasi sesuai dengan kajian komprehensif Perseroan, guna memastikan
  pelaksanaannya sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang
  berlaku dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik,&amp;quot;
  tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260603122028-4-739722/ekspor-batu-bara-harus-lewat-bumn-dsi-begini-reaksi-emiten-bumi-byan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-04T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IHSG Ambruk Nyaris 5%! Begini Pergerakan Asing di Sesi 1</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319065" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319065</id>
    <updated>2026-06-04T01:00:20Z</updated>
    <published>2026-06-04T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Asing membukukan net sell Rp 525,4 miliar
  sepanjang sesi 1 hari ini, Rabu (3/6/2026). Asing tercatat melakukan
  aksi jual Rp 5,7 triliun dan beli Rp 5,2 triliun. &lt;br /&gt;Dua emiten
  yang paling banyak dilepas asing adalah Bank Central Asia (BBCA) dan
  Chandra Asri Pasific (TPIA) dengan net sell masing-masing Rp 263,7
  miliar dan Rp 244,5 miliar. &lt;br /&gt;Kemudian diikuti Bank Rakyat
  Indonesia (BBRI) yang membukukan net foreign sell Rp 195,2 miliar dan
  Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Rp 94 miliar.  &lt;br /&gt;Selengkapnya
  berikut 10 saham dengan net sell asing terbesar: &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT
  Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp 263,7 miliar&lt;br /&gt;PT   Chandra Asri
  Pacific Tbk (TPIA) - Rp 244,5 miliar&lt;br /&gt;PT Bank Rakyat   Indonesia
  (Persero) Tbk - Rp 195,2 miliar&lt;br /&gt;PT Dian Swastatika   Sentosa Tbk
  - Rp 94 miliar&lt;br /&gt;PT Aneka Tambang (Persero) Tbk - Rp 87
  miliar&lt;br /&gt;PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) - Rp 51,7
  miliar&lt;br /&gt;PT Petrosea Tbk (PTRO) - Rp 34,1 miliar&lt;br /&gt;PT Adaro
  Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Rp 32 miliar&lt;br /&gt;PT Astra
  International Tbk (ASII) - Rp 25,1 miliar&lt;br /&gt;PT United Tractor Tbk
  (UNTR) - Rp 20,5 miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sementara itu sejumlah saham
  yang paling banyak dibeli asing   adalah &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt;   (BUMI) Rp
  157,5 miliar. Lalu diikuti oleh Bank Mandiri (BMRI) Rp 86   miliar dan
  PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 83,6 miliar. &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Selengkapnya berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar:
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt;   Tbk (BUMI) - Rp 157,5 miliar&lt;br /&gt;PT Bank Mandiri
  (Persero) Tbk (BMRI)   - Rp 86 miliar&lt;br /&gt;PT Amman Mineral
  Internasional Tbk (AMMN) - Rp   83,6 miliar&lt;br /&gt;PT Barito Renewables
  Energy Tbk (BREN) - Rp 42   miliar&lt;br /&gt;PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Rp
  40,4 miliar&lt;br /&gt;PT Merdeka   Gold Resources Tbk (EMAS) - Rp 34,1
  miliar&lt;br /&gt;PT Alamtri Resources   Indonesia Tbk (ADRO) - Rp 32,3
  miliar&lt;br /&gt;PT Merdeka Copper Gold Tbk   (MDKA) - Rp 30,6
  miliar&lt;br /&gt;PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) - Rp   30,2
  miliar&lt;br /&gt;PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) - Rp 20,8 miliar&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan
  perdagangan sesi I, Rabu (3/6/2026) ditutup turun 4,94% ke posisi
  5.889,48. Pada perdagangan hari ini, IHSG bahkan sempat turun hingga
  5,13%.&lt;br /&gt;Sebanyak 752 saham turun, 169 saham stagnan dan hanya 38
  saham yang menguat. Frekuensi transaksi terjadi sebanyak 1,76 juta
  kali, dengan volume perdagangan mencapai 23,51 miliar lembar, senilai
  Rp14,86 triliun.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260603124731-17-739754/ihsg-ambruk-nyaris-5-begini-pergerakan-asing-di-sesi-1"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-04T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Seiring IHSG Ambles Hari Ini (3/6)</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319036" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319036</id>
    <updated>2026-06-04T01:00:18Z</updated>
    <published>2026-06-04T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada
  perdagangan hari ini, Rabu (3/6/2026). Pelemahan tersebut terjadi
  seiring dengan kinerja lesu IHSG yang ambles 4,11% hingga perdagangan
  sore hari.&lt;br /&gt;Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil
  kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia ditutup melemah 4,33% ke
  level 409,07. Dari 27 konstituen, sebanyak 1 saham masih menguat dan
  26 saham melemah.&lt;br /&gt;Penguatan harga saham dalam indeks ini hanya
  dialami oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang naik 0,67% ke
  Rp1.495 per saham.&lt;br /&gt;Sebaliknya, pelemahan harga saham dialami
  antara lain oleh PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang terkoreksi 11,98% ke
  Rp294, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang melemah 11,82% ke Rp2.610, PT
  Vale Indonesia Tbk. (INCO) melemah 8,67% ke Rp4.320, dan PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI)
  yang terkoreksi 8,07% ke Rp148.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Koreksi serupa dialami
  oleh PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt;
  Minerals   Tbk. (BRMS) yang turun 7,76% ke Rp535, PT Indah Kiat Pulp
  &amp;amp; Paper   Tbk. (INKP) melemah 7,74% ke Rp7.150, PT Merdeka Battery
  Materials   Tbk. (MBMA) turun 6,33% ke Rp444, dan PT AKR Corporindo
  Tbk. (AKRA)   turun 5,86% ke Rp1.205.&lt;br /&gt;Equity Analyst Indo Premier
  Sekuritas   David Kurniawan, sebelumnya menilai perhatian investor
  pada Juni 2026   akan beralih dari dampak rebalancing MSCI menuju
  kemampuan otoritas   dalam menjaga stabilitas rupiah dan memulihkan
  kepercayaan investor   asing.&lt;br /&gt;Meskipun Bank Indonesia (BI) sudah
  menaikkan suku bunga   mnejadi 5,25% untuk meredam tekanan eksternal,
  pasar dinilai masih   mencermati apakah kebijakan tersebut efektif
  untuk menahan volatilitas   rupiah dan mengurangi tekanan arus keluar
  modal.&lt;br /&gt;”Jika rupiah   mampu menunjukkan stabilitas dalam beberapa
  pekan ke depan, sentimen   pasar berpotensi membaik dan membuka ruang
  bagi kembalinya aliran dana   asing ke pasar saham maupun obligasi
  domestik,” katanya dalam riset,   Selasa (2/6/2026).&lt;br /&gt;Selain
  sentimen domestik, arah kebijakan   moneter The Fed juga dinilai
  menjadi perhatian utama pelaku pasar.   FOMC pada pertengahan Juni ini
  dinilai berpotensi menjadi katalis   terbesar sepanjang bulan
  ini.&lt;br /&gt;Pasalnya, investor akan menunggu   sinyal terbaru mengenai
  arah suku bunga dan prospek inflasi AS.   Menurutnya, Sikap hawkish
  The Fed berpotensi mempertahankan kekuatan   dolar AS dan membatasi
  arus modal menuju pasar negara   berkembang.&lt;br /&gt;”Sebaliknya, apabila
  terdapat indikasi bahwa tekanan   inflasi mulai mereda dan peluang
  penurunan suku bunga semakin terbuka   pada paruh kedua tahun ini,
  aset-aset berisiko termasuk pasar saham   Indonesia dapat memperoleh
  sentimen positif,” katanya.&lt;br /&gt;Sementara   itu, dalam riset yang
  bertajuk Equity Strategy: Repricing the Risk;   Potential Tactical
  Reliefs to Emerge, analis BRI Danareksa Sekuritas   (BRIDS) menegaskan
  bahwa penurunan IHSG yang terjadi sepanjang tahun   berjalan 2026
  mencerminkan meningkatnya premi risiko   Indonesia.&lt;br /&gt;Artinya,
  kondisi ini bukan sekadar aksi jual yang   terjadi secara luas dan
  bersamaan di pasar negara berkembang/emerging   market
  (EM).&lt;br /&gt;Sedikitnya, terdapat empat faktor yang dinilai   menurunkan
  minat investor terhadap pasar saham RI, antara lain risiko   fiskal
  dari memanasnya harga minyak lantaran penutupan Selat Hormuz,
  menurunnya prediktabilitas kebijakan, outlook negatif terhadap
  peringkat utang RI, hingga rebalancing MSCI yang menghapus sejumlah
  saham dalam negeri.&lt;br /&gt;Selain itu, terdapat risiko jangka pendek
  berupa revisi outlook oleh S&amp;amp;P pada Juli mendatang, yang dinilai
  telah tecermin dalam harga pasar. Belum lagi, MSCI Market Accessibilty
  review pada Juni mendatang dinilai turut membayangi langkah IHSG ke
  depan.&lt;br /&gt;”Kami merevisi target IHSG Desember 2026 menjadi 7.200
  dari sebelumnya 9.440. Penurunan target ini mencerminkan dihapuskannya
  premi aliran dana saham konglomerat sebesar 40% yang sebelumnya
  mempengaruhi target lama,” kata para analis dalam risetnya, Selasa
  (2/6/2026).&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak
  membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di
  tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala
  kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260603/7/1978158/indeks-bisnis-27-ditutup-melemah-seiring-ihsg-ambles-hari-ini-36"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-04T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bos BRMS Borong Saham Kala Harga Tertekan</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319007" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5319007</id>
    <updated>2026-06-04T01:00:16Z</updated>
    <published>2026-06-04T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Direktur PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Minerals Tbk
  (BRMS), Adrian Wicaksono, memborong saham perseroan sebanyak 810.000
  lembar dalam tiga transaksi yang dilakukan pada 2–3 Juni
  2026.&lt;br /&gt;Saham &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; Minerals ditutup melemah 7,76% atau 45 poin pada
  perdagangan Rabu (3/6/2026). Sepanjang tahun berjalan (YtD), harga
  menyusut 51,80%, kendati masih naik 35,79% dalam 1 tahun
  terakhir.&lt;br /&gt;Berdasarkan keterbukaan informasi, Adrian sebelumnya
  tidak memiliki saham BRMS. Pembelian saham dilakukan dengan tujuan
  investasi. Pada Selasa (2/6/2026), Adrian membeli 350.000 saham BRMS
  pada harga Rp580 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi mencapai
  Rp203 juta.&lt;br /&gt;Selanjutnya, pada Rabu (3/6/2026), Adrian kembali
  membeli 160.000 saham BRMS pada harga Rp500 per saham dan 300.000
  saham pada harga Rp530 per saham.&lt;br /&gt;Nilai transaksi pertama pada 3
  Juni mencapai Rp80 juta, sedangkan transaksi kedua mencapai Rp159
  juta. Dengan demikian, total pembelian pada hari tersebut mencapai
  Rp239 juta.&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, Adrian menggelontorkan dana
  sekitar Rp442 juta untuk mengakumulasi saham BRMS dalam dua hari
  perdagangan.&lt;br /&gt;Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Adrian
  di BRMS menjadi sebanyak 810.000 saham, dari sebelumnya
  nihil.&lt;br /&gt;Adrian merupakan Direktur BRMS yang pertama kali menjabat
  sejak 2023. Sebelum bergabung dengan perseroan, dia pernah bekerja di
  Suffolk University Finance Department, Boston, Massachusetts sebagai
  asisten dan mengawali karier profesional di Departemen Akuntansi Star
  Energy pada 2006.&lt;br /&gt;Kariernya di pasar modal dimulai di Nusantara
  Capital Securities sebagai analis junior pada 2010–2012, kemudian
  menjadi analis pada periode 2013–2015.&lt;br /&gt;Sejak 2015, Adrian
  menjabat sebagai Co-Owner/Co-Founder PT Tri Karya Teslatama serta
  Direktur PT AP Investment. Dia juga mengantongi sertifikat perantara
  pedagang efek Indonesia dari Komite Standar Profesi Pasar
  Modal.&lt;br /&gt;Dari sisi riwayat pendidikan, Adrian merupakan lulusan
  Sarjana Ekonomi dari Suffolk University, Boston,
  Massachusetts.&lt;br /&gt;Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026,
  emiten Grup Bakrie-Salim ini mencatatkan laba bersih sebesar US$18,05
  juta. Perolehan tersebut meningkat sebesar 22% dari periode sama tahun
  sebelumnya yakni US$14,85 juta.&lt;br /&gt;Sejalan dengan laba bersih,
  pendapatan BRMS juga terkerek 10% secara year on year (YoY) menjadi
  US$69,47 juta pada kuartal I/2026. Adapun laba operasi stabil dengan
  kenaikan tipis menjadi US$28,59 juta dari US$27,57 juta.&lt;br /&gt;Direktur
  &amp;amp; Chief Financial Officer BRMS Charles Gobel menjelaskan meskipun
  volume produksi emas dan perak menurun akibat operasi pushback di
  lokasi tambang terbuka River Reef (Poboya, Palu), kinerja keuangan
  tetap membaik.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kami tetap dapat membukukan kinerja keuangan
  yang semakin membaik dikarenakan harga jual emas dan perak kami yang
  semakin meningkat pada periode yang sama,&amp;quot; ujar Charles dalam
  keterangan resminya.&lt;br /&gt;Manajemen memperkirakan perluasan tambang
  terbuka River Reef akan selesai pada akhir Mei atau awal Juni 2026,
  memungkinkan akses ke bijih dengan kadar lebih tinggi mulai Juni 2026
  dan mendukung normalisasi kadar setelah pengenceran sementara pada
  kuartal IV/2026.&lt;br /&gt;Peningkatan kapasitas pabrik carbon in leach
  (CIL) pertama Citra Palu Minerals (CPM), anak usaha BRMS, dari 500 ton
  per hari menjadi 2.000 ton per hari ditargetkan pada Oktober 2026,
  yang mendukung produksi emas sekitar 80.000 ons pada tahun fiskal 2026.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260603/192/1978230/bos-brms-borong-saham-kala-harga-tertekan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-04T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Harum Energy (HRUM) Anggarkan Capex US$310 Juta pada 2026</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318978" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318978</id>
    <updated>2026-06-04T01:00:13Z</updated>
    <published>2026-06-04T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menganggarkan
  belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$310 juta
  pada 2026. Mayoritas anggaran tersebut akan digunakan untuk
  pengembangan bisnis nikel perseroan.&lt;br /&gt;Head of Investor Relations
  Harum Energy Regina Korompis menjelaskan sekitar US$302 juta dari
  total capex HRUM tahun ini akan dialokasikan untuk pengembangan proyek
  pada unit usaha nikel yang telah berjalan. Sementara itu, sisa
  anggaran digunakan untuk pemeliharaan unit usaha &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;“Rencana
  belanja modal untuk tahun 2026 sebesar US$310 juta, sekitar US$302
  juta akan digunakan untuk pengembangan proyek dalam unit usaha nikel
  yang sudah ada,” tutur Regina, Rabu (3/6/2026).&lt;br /&gt;Sementara itu,
  hingga 31 Maret 2026, emiten afiliasi Kiki Barki ini telah
  merealisasikan capex sebesar US$139 juta. Dari jumlah tersebut,
  sekitar US$137 juta digunakan untuk pengembangan unit usaha nikel,
  sedangkan sisanya digunakan untuk operasional pertambangan, logistik,
  dan kebutuhan lainnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Perseroan menjelaskan sebagian
  besar realisasi belanja modal   tersebut merupakan kelanjutan dari
  rencana capex tahun   2025.&lt;br /&gt;Adapun berdasarkan rincian alokasi
  belanja modal, porsi   terbesar capex HRUM ditempatkan pada aset tetap
  dalam penyelesaian   dengan kontribusi mencapai 56% dari total
  anggaran. &lt;br /&gt;Selain itu,   sekitar 31% digunakan untuk alat berat,
  7% untuk bangunan dan   prasarana, 5% untuk properti pertambangan,
  serta 1% untuk aset tetap   lainnya.&lt;br /&gt;Manajemen juga menyampaikan
  realisasi belanja modal   dapat berubah bergantung pada kondisi pasar,
  ketersediaan pendanaan,   hingga perubahan jadwal proyek. &lt;br /&gt;Selain
  itu, angka tersebut belum   memasukkan potensi proyek maupun investasi
  baru perseroan.&lt;br /&gt;Di   sisi lain, tahun ini HRUM menargetkan
  produksi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; pada
  kisaran 2   hingga 3 juta ton. Adapun menurut Direktur Utama Harum
  Energy, Ray   Antonio Gunara, target produksi ini berkurang
  dibandingkan tahun 2025   sebesar 5 juta ton, imbas dari penurunan
  RKAB. &lt;br /&gt;Sementara itu,   target produksi bijih nikel HRUM tahun
  ini mencapai kisaran 8 juta   hingga 10 juta wet metric ton.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260603/192/1978138/harum-energy-hrum-anggarkan-capex-us310-juta-pada-2026"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-04T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Ekspor Ferroalloy Harus Lewat BUMN DSI, Ini Tanggapan Antam</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318928" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318928</id>
    <updated>2026-06-03T07:00:19Z</updated>
    <published>2026-06-03T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) angkat suara
  terkait kebijakan tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) melalui
  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor, yakni PT Danantara
  Sumberdaya Indonesia (DSI).&lt;br /&gt;Perusahaan berkode emiten ANTM itu
  mengaku mendukung program tersebut, sesuai dengan arahan
  pemerintah.&lt;br /&gt;Corporate Secretary Division Head Antam Wisnu Danandi
  Haryanto menjelaskan bahwa sebagai bagian dari industri mineral dan
  hilirisasi, perusahaan berkomitmen untuk mengikuti seluruh arah
  kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. &lt;br /&gt;&amp;quot;Sebagai
  perusahaan BUMN yang bergerak di sektor mineral dan hilirisasi, ANTAM
  pada prinsipnya mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan
  memperkuat koordinasi ekspor nasional, meningkatkan daya saing produk
  hilir Indonesia, serta menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih
  terintegrasi dan efisien,&amp;quot; ungkapnya dalam keterangan resmi,
  dikutip dari keterbukaan informasi di BEI, Rabu
  (3/6/2026).&lt;br /&gt;Kendati demikian, perusahaan saat ini sedang
  memfokuskan strategi bisnisnya pada pemenuhan kebutuhan pasar
  domestik, khususnya untuk produk hilir dan komoditas strategis.
  Langkah tersebut diambil sejalan dengan agenda nasional untuk
  memperkuat industri pengolahan mineral di dalam
  negeri.&lt;br /&gt;&amp;quot;Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Antam
  dan Entitas Anak untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026,
  penjualan domestik Perseroan tercatat sebesar Rp28,31 triliun atau
  setara 97% dari total penjualan bersih,&amp;quot;
  tambahnya.&lt;br /&gt;Tingginya porsi penjualan domestik tersebut dinilai
  sebagai bentuk kontribusi perusahaan dalam membangun ekosistem
  industri mineral nasional. Meski begitu, Antam tetap mengoptimalkan
  peluang pasar ekspor dengan memperhatikan aspek keberlanjutan dan tata
  kelola perusahaan yang baik.&lt;br /&gt;&amp;quot;Antam melihat penguatan tata
  kelola ekspor nasional dapat menjadi momentum positif untuk
  meningkatkan nilai tambah komoditas mineral Indonesia, memperkuat
  positioning produk hilir nasional di pasar global, serta mendukung
  agenda industrialisasi dan hilirisasi nasional secara
  berkelanjutan,&amp;quot; lanjutnya.&lt;br /&gt;Wisnu memastikan, perseroan akan
  terus memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan sesuai dengan
  prinsip kehati-hatian bisnis. Antam meyakini kebijakan ekspor satu
  pintu tersebut akan menciptakan transparansi perdagangan mineral yang
  lebih baik sehingga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi
  nasional jangka panjang.&lt;br /&gt;Seperti diketahui, pemerintah resmi
  mewajibkan seluruh eksportir tiga komoditas strategis berbasis SDA
  yaitu &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, minyak
  sawit mentah (CPO), dan ferro alloy (paduan besi) untuk melaporkan
  kegiatan ekspornya melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI)
  mulai 1 Juni 2026.&lt;br /&gt;Saat ini, kebijakan tersebut masuk tahap awal
  transisi pembenahan tata kelola ekspor sumber daya alam satu
  pintu.&lt;br /&gt;Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga
  Hartarto menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat
  pengawasan serta validitas data ekspor Tanah Air. Ia menekankan bahwa
  kewajiban lapor ini ditujukan untuk mencegah praktik manipulasi harga
  dan pelarian devisa hasil ekspor (DHE) ke luar negeri.&lt;br /&gt;Masa
  transisi menuju implementasi penuh kebijakan tersebut dilakukan hingga
  31 Desember 2026. Namun, evaluasi akan dilakukan setelah 3 bulan
  pertama kebijakan ini diterapkan mulai 1 Juni 2026.&lt;br /&gt;Lalu,
  bagaimana tahapannya?&lt;br /&gt;Dalam masa transisi per 1 Juni 2026, para
  eksportir tetap dapat melakukan aktivitas perdagangan internasional
  secara mandiri namun wajib menyinkronkan data transaksinya kepada
  negara. &lt;br /&gt;Proses pelaporan tersebut dilayani oleh Direktorat
  Jenderal Bea dan Cukai melalui portal CEISA 4.0 guna memastikan
  validitas data sebelum masuk ke tahap implementasi penuh pada 1
  Januari 2027.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dalam periode ini akan terus dilakukan
  evaluasi dalam 3 bulan pertama dan evaluasi ini menjadi dasar bagi
  implementasi tahap berikutnya. Sesuai dengan tahapan yang disiapkan,
  implementasi secara penuh berlaku paling lambat 1 Januari 2027,&amp;quot;
  papar Airlangga.&lt;br /&gt;Penetapan ketiga komoditas utama tersebut
  didasarkan pada besarnya kontribusi ke negara terhadap total ekspor
  nasional yang mencapai US$ 66,13 miliar atau setara Rp 1.179 triliun
  (asumsi kurs Rp 17.832 per US$) atau sebesar 23,4% dari total ekspor
  nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan ini adalah penopang surplus neraca
  perdagangan yang terjadi selama 71 bulan berturut-turut dengan
  gambaran nilai ekspor &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; sekitar US$ 24,48 miliar, kemudian kelapa sawit CPO
  sebesar US$ 24,42 miliar, kemudian terkait dengan ferroalloy atau besi
  paduan sebesar US$ 16,49 miliar,&amp;quot; paparnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tujuannya
  untuk mencegah praktik under-invoicing, transfer pricing, dan terkait
  dengan pelarian devisa hasil ekspor sehingga nilai ekspor yang
  tercatat menggambarkan besarnya transaksi ekspor yang sebenarnya,
  sehingga kewajiban terhadap negara dan penerimaan negara dari
  pelaksanaan ekspor lebih optimal,&amp;quot; jelasnya.&lt;br /&gt;Di lain sisi,
  Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan masa
  transisi menuju implementasi penuh berlaku selama 7 bulan, dimulai
  pada 1 Juni 2026.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ada masa transisi 6 bulan, kurang lebih 7
  bulan dari 1 Juni sampai dengan 31 Desember. Dan di dalam masa
  transisi ini, tadi disampaikan juga apa yang sudah akan
  dilakukan,&amp;quot; kata Dony dalam kesempatan yang sama.&lt;br /&gt;Pihaknya
  sendiri tengah melakukan proses seleksi sumber daya manusia dalam PT
  DSI. Targetnya, proses tersebut selesai pada pekan ini. Tidak hanya
  itu, PT DSI juga menyiapkan serangkaian teknologi mumpuni sebelum
  kebijakan tersebut diberlakukan secara penuh tahun
  depan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kemudian juga berkaitan dengan teknologi, kita juga
  sedang men-develop satu sistem yang baik,&amp;quot;
  tambahnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kami dari Danantara Indonesia akan berupaya
  sebaik mungkin dan dapat diawasi oleh masyarakat Indonesia dalam
  implementasi program ini,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260603105828-4-739677/ekspor-ferroalloy-harus-lewat-bumn-dsi-ini-tanggapan-antam"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-03T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Saham PTBA, MAPI, BBRI Masih Melaju</title>
    <link rel="alternate" href="https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318899" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://audit-trail.ugems.id/hu/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318899</id>
    <updated>2026-06-03T07:00:17Z</updated>
    <published>2026-06-03T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada
  perdagangan hari ini, Rabu (3/6/2026). Meskipun begitu, sejumlah saham
  seperti &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;, MAPI,
  hingga BBRI masih tercatat bertenaga pada perdagangan pagi
  hari.&lt;br /&gt;Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil
  kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia dibuka melemah 0,50% ke
  level 425,48. Dari 27 konstituen, hanya 4 saham menguat, 19 melemah,
  dan 4 saham stagnan.&lt;br /&gt;Penguatan terutama dipimpin oleh saham PT
  Bukit Asam (Persero) Tbk. (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;) yang naik 1,09% ke
  Rp2.790, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) naik 0,67% ke Rp1.495, PT
  Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 0,33% ke Rp3.050, dan
  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 0,24% ke
  Rp4.180.&lt;br /&gt;Sebaliknya, pelemahan harga saham dialami oleh PT
  Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang turun 4,43% ke Rp3.880, PT
  Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) turun 2,90% ke Rp1.340, PT Japfa
  Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) turun 1,67% ke Rp2.350, dan PT Triputra
  Agro Persada Tbk. (TAPG) turun 1,62% ke Rp1.515.&lt;br /&gt;Kinerja serupa
  dialami oleh PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) yang melemah 1,56% ke
  Rp1.260, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) melemah 1,48% ke Rp4.660, PT
  Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turun 1,36% ke Rp2.910, dan PT
  Kalbe Farma Tbk. (KLBF) turun 1,34% ke Rp735.&lt;br /&gt;Beberapa saham yang
  bergerak stagnan antara lain PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
  (BBNI), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), dan PT Indah Kiat Pulp &amp;amp;
  Paper Tbk. (INKP).&lt;br /&gt;Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi
  menguji level 6,362-6.484 pada perdagangan hari ini, Rabu
  (3/6/2026).&lt;br /&gt;Tim riset MNC Sekuritas mengatakan penguatan IHSG
  pada Selasa disertai dengan munculnya volume tekanan jual meskipun
  tidak begitu besar. Pergerakan IHSG pun cenderung sideways.&lt;br /&gt;MNC
  Sekuritas memperkirakan posisi pergerakan IHSG saat ini diperkirakan
  masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave
  (2).&lt;br /&gt;”Area penguatan IHSG kami perkirakan akan menguji
  6,362-6,484, dengan area koreksi terdekat berada di 5,899-6,080,”
  tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Rabu (3/6/2026).&lt;br /&gt;MNC
  Sekuritas mengatakan level support IHSG saat ini berada di 5,996 dan
  5,899, sedangkan level resisten di posisi 6,318 dan 6,459.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau
  menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.
  Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun
  keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260603/7/1978033/indeks-bisnis-27-dibuka-melemah-saham-ptba-mapi-bbri-masih-melaj"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-03T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>
