Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Saham BRMS, MBMA hingga INCO Justru Melaju

Admin Ugems
読了時間: 1分 - Fri Jun 05 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (5/6/2026). Meskipun begitu, sejumlah saham seperti BRMS, MBMA, hingga INCO masih mampu bertenaga pada pembukaan perdagangan.
Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia dibuka melemah 0,71% ke level 399,38. Dari 27 konstituen, sebanyak 4 saham menguat, 19 melemah, dan 4 saham stagnan.
Penguatan harga saham dipimpin oleh PT bumi resources Minerals Tbk. (BRMS) yang naik 4,81% ke Rp545, diikuti PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang naik 2,31% ke Rp442, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) naik 2,28% ke Rp4.490, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 1,45% ke Rp2.800.
Sementara itu, sejumlah saham yang tidak mengalami pergerakan pada pembukaan perdagangan antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT bumi resources Tbk. (BUMI), PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).
Sebaliknya, kinerja lesu ditampilkan oleh saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) yang turun 8,43% ke Rp1.575, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) turun 4,11% ke Rp1.400, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 3,94% ke Rp1.220, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang turun 1,76% ke Rp2.230.
Kinerja lesu juga turut dialami oleh PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang melemah 1,70% ke Rp21.625, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) melemah 1,42% ke Rp6.950, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) turun 1,40% ke Rp2.120, dan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) melemah 1,39% ke Rp710.
Adapun IHSG diperkirakan masih melanjutkan tren penurunan pada perdagangan hari ini, Jumat (5/6/2026).
Pada perdagangan Kamis (4/6/2026) berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah sebesar 1,70% atau 101,28 poin menuju 5.839,78. Tercatat, sebanyak 106 saham menguat, 623 saham turun, dan 85 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar mencapai Rp10.284,95 triliun.
Tim riset MNC Sekuritas mencatat masih didominasi oleh tekanan jual dan telah menyentuh area koreksi yang sudah diproyeksikan.
Untuk posisi IHSG saat ini, MNC Sekuritas memperkirakan skenario merah terdahulu sedang berjalan, sehingga saat ini posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5.
”Hal ini berarti, IHSG masih rawan melanjutkan downtrendnya ke rentang 5,395-5,412 sekaligus untuk menutup area gap yang terbentuk dan MA200 secara monthly,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Jumat (5/6/2026).
Dalam jangka pendek, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat ke rentang 5,852-5,881.
Area support IHSG diperkirakan berada pada level 5,735 dan 5,381, sedangkan level resisten ada di level 6,215 dan 6,588.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

ページコメント